Alasan Bayi Kurang 6 Bulan Jangan Diberi Makanan Keras

090760400_1481891969-damkartidur2

Sebagai orang tua pasti Anda menginginkan yang terbaik untuk buah hati Anda. Terlebih jika sang buah hati masih berada dalam usia rentan, usia 1-12 bulan. Namun, jika Anda tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada buah hati Anda, sebaiknya Anda menghindari hal-hal apa saja yang hanya dapat dilakukan pada anak usia tertentu.
Baru-baru ini telah beredar sebuah foto di mana seorang bayi harus merasakan rasa sakit setelah menjalani proses pembedahan karena ususnya yang tersumbat.
Menurut portal berita Newshub.cc, hal itu terjadi karena keteledoran orang tua yang sembarangan memberi makan bayi di bawah 6 bulan tersebut. Meski semangkuk bubur nasi tersebut telah diseduh, hal itu tetap belum layak dikonsumsi untuk bayi usia kurang dari 6 bulan.
Pasalnya, kondisi bayi pada usia tersebut terbilang masih rentan. Selain kondisi usus yang belum siap mencerna makanan padat, diketahui hal itu dapat memengaruhi sistem kerja dari organ tubuh lainnya.
Lambung serta ginjal pada bayi tersebut dipaksakan untuk bekerja menerima makanan padat. Padahal seharusnya, bayi di bawah 6 bulan hanya boleh menerima makanan asupan berupa air susu.
Meski air susu baik untuk pertumbuhan sang bayi, tak sembarang air susu dapat diberikan kepada bayi di bawah usia 6 bulan. Seperti halnya susu sapi atau kambing segar, hanya boleh diberikan untuk bayi usia 1 tahun ke atas.
Kandungan garam mineralnya yang tinggi juga membebani ginjal bayi. Kebalikannya dengan susu formula yang berbasis susu sapi. Ia telah dimodifikasi sehingga mendekati kandungan susu ibu dan sesuai diberikan pada usia bayi.
Saat Anda mendengar anak Anda menangis setelah diberi makanan asupan, hal itu belum tentu karena sang bayi belum merasa kenyang. Sebelum Anda memberinya asupan yang lain, ada baiknya Anda pikirkan kembali, apakah makanan tersebut sudah aman dan layak untuk dikonsumsi olehnya.