Bocah Lelaki Ini Alami Sakit di Lutut, Sang Ibu Terkejut Saat Memencet Bengkaknya dan Keluar Makhluk Ini

paulus_20161231_130624

Setiap ibu pasti akan merasa khawatir jika sesuatu terjadi pada anaknya.
Hal itu pula yang dirasakan oleh seorang ibu yang tinggal di California berikut ini.
Dikutip dari laman Wittyfeed, wanita itu bernama Rachel Frankin yang memiliki anak berusia tujuh tahun, Paulus.
Beberapa waktu lalu, anak laki-lakinya itu mengeluhkan sesuatu di lutut kanannya.
Dalam waktu yang singkat, lututnya itu tiba-tiba membengkak.
Rachel bahkan memperhatikan kalau lutut anaknya itu semakin lama semakin membengkak dengan ukuran sebesar buah jeruk.
Ketika ia membawa anaknya ke dokter, mereka mengatakan pembengkakan itu terjadi akibat infeksi Staph.
Anaknya kemudian diberi resep antibiotik dan meminta agar anak itu tidak mencoba memecahkan bengkak tersebut.
Tapi ketika pembengkakan itu berubah warna menjadi hitam dia memutuskan untuk memecahkannya.
Awalnya setelah pulang dari rumah sakit, bengkaknya itu berwarn sedikit kemerahan.
Kemudian semakin lama bengkaknya menjadi hitam, dan Rachel akhirnya memutuskan untuk memencetnya.
Saat dipencet, ia melihat sesuatu keluar dari kaki anaknya tersebut.
Ia melihat sesuatu yang sangat tak disangka.
Bentuknya mirip sekali dengan batu kerikil, namun ia yakin betul kalau itu bukanlah sekedar batu, melainkan seekor hewan kecil yang keras.
“Saya menyadari itu bukan batu. Benda itu memiliki pusar di atasnya,” kata Rachel.
“Aku membaliknya dan saya pikir – saya mungkin telah tertawa terbahak-bahak. Aku berkata, “Paul. Ini adalah siput. Ini siput panik’,” ujarnya pada Paulus.
Sementara banyak orang yang merasa jijik saat tahu mereka memiliki moluska di dalam tubuhnya.
Tapi Paul malah mengatakan hal itu ‘cool, “tambah ibunya.
Ayah Paul, Ken, percaya binatang kecil membuat jalan ke kaki anaknya setelah ia gagal ke sarang telur siput di pantai di Spooner Cove, California.
Biologi Dan Riskin menjelaskan bahwa siput Littorina scutula bisa bertahan selama berminggu-minggu pada suhu yang berbeda dan kadar garam.
Jaringan bawah kulit di tubuh mencerminkan kondisi yang keras, ia menambahkan.