Dianggap Nakal, Guru Kejam Merotan Siswanya 99 Kali

041121000_1483178725-siswa

Di negara-negara Asia, rotan sering digunakan untuk menghukum siswa yang nakal. Namun, praktik tersebut mulai ditinggalkan karena dianggap terlalu kejam. Siapa sangka, masih saja ada guru yang menganggap merotan adalah hukum terbaik untuk membuat siswa jera.
Di Thailand, seorang siswa sekolah dasar berusia tujuh tahun, dicambuk dengan rotan oleh gurunya karena ingin meninggalkan kelas lebih awal. Guru muda untuk memutuskan untuk menghukum anak itu dengan merotannya sebanyak 99 kali.
Melansir dari World of Buzz, Sabtu (31/12/2016), tubuh anak itu akhirnya bengkak karena hukuman cambuk tersebut. Punggung, lengan, dan pantatnya dipenuhi tanda merah. Ia juga menderita demam tinggi akibat hukuman cambuk itu.
Orang tua siswa tersebut tentu tak terima anknya diperlakukan demikian. Mereka pun menemui kepala sekolah meminta untuk bertemu dengan guru tersebut.
Sayangnya, guru itu malah menolak untuk meminta maaf dan hanya menawarkan kompensasi pengobatan. Guru itu beralasan si anak yang namanya tak disebutkan tersebut tidak taat karena meninggalkan kelas lebih awal.
Otoritas sekolah pun mengatur pertemuan untuk menegosiasikan persyaratan kompensasi. Namun, orang tua siswa menolak karena melihat tak ada raut penyesalan sama sekali dari sang guru.
Bagi mereka, hukuman tersebut terlalu kejam dan berlebihan dijatuhkan untuk seorang anak kecil. Mereka pun memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian setempat.