Wanita Ini Mengalami Sakit dan Mual Setiap Makan, Ibunya Terkejut Saat Tahu Putrinya Tidak Bisa Makan Lagi

lily-tock_20161230_171003

Seorang gadis remaja yang tidak makan dalam hampir setahun telah diberitahu oleh dokter bahwa dia mungkin tidak akan pernah bisa makan atau minum lagi.
Lily Tock, dari Brough di East Yorkshire, menderita gastroparesis, yakni suatu kondisi yang melumpuhkan perutnya.
Wanita cantik berusia 16 tahun itu telah menghabiskan sekitar 18 jam sehari terhubung ke tabung yang memberikan dia dengan lemak esensial, minyak dan vitamin agartubuhnya tidak kekurangan makanan.
Lily mulai mengalami pusing, mual dan perut yang parah sakit ketika dia berusia 14 tahun.
Namun, butuh waktu dua tahun bagi dokter untuk mendiagnosa dia dengan kondisi langka yang mempengaruhi hanya 6 persen dari populasi Inggris.
Satu-satunya harapan agar ia bisa makan dengan benar lagi yakni harus dilengkapi dengan alat pacu jantung lambung.
“Aku akan melakukan apa pun untuk makan. Ini seperti duduk di sana dengan sesuatu yang Anda benar-benar ingin di depan itu tetapi Anda tidak diperbolehkan,” kata gadis itu
“Hal itu sangat sulit saat Natal tidak bisa makan saat Natal adalah semua tentang makanan dan itu sulit keluar untuk makan dengan teman-teman dan keluarga dan hanya melihat semua makanan yang enak,” lanjutnya.
Lily mengambil morfin dan Tramadol setiap hari untuk mengontrol rasa sakitnya.
Tapi ternyata hal itu membuatnya mengantuk sehingga ia harus bergantung pada kursi roda.
Dia mengatakan: “Saya sering mencoba untuk menghindari waktu makan karena saya hanya ingin makan. Saya kehilangan banyak makanan seperti pizza, ayam, cokelat, bahkan panggang makan malam dan sayuran,” kenangnya.
“Jika saya makan itu akan menyebabkan hari di tempat tidur muntah, nyeri mengerikan, mual dan bisa menyebabkan bezoar yang mengancam jiwa, yang mana makanan tidak bisa bergerak dan menyebabkan penyumbatan,” jelasnya.
Selain gastroparesis, Lily menderita dismotilitas gastrointestinal dan postural sindrom ortostatik takikardia – yang berarti perut nya tidak bekerja dengan baik baik.
Karen Tock, ibu Lily mengaku sempat stress dengan kondisi yang dialami oleh putrinya.
Sebab, selama ini ia hanya sendirian menjaga Lily dan saudara laki-lakinya yang berusia 13 tahun.
“Aku juga menjalankan bisnis penuh waktu dan mendapatkan berbagai janji di Sheffield dan Hull sangat menegangkan. Ini sangat menjengkelkan melihat putri Anda di begitu banyak rasa sakit. Itu penting untuk akhirnya mendapatkan diagnosis dokter mana mulai mengatakan itu psikologis atau di kepalanya ketika benar-benar dia memiliki gangguan motilitas yang sangat parah,” jelasnya.
Kini Lily sedang berjuang untuk meningkatkan kesadaran kondisi dan berharap untuk mengumpulkan uang untuk amal gastroparesis.