Kendaraannya Banyak Dipakai di Indonesia, Orang Jepang Malah Bilang Tidak Butuh Mobil, Ini Alasannya



Sudah jadi rahasia umum jika produk otomotif yang ada di Indonesia kebanyakan adalah bikinan negara Jepang.
Mulai dari sepeda motor, mobil, dan lain-lain banyak yang merupakan produk lansiran negeri Sakura.
Di jalanan Indonesia, pemandangan orang mengendarai mobil atau motor merek Jepang adalah hal biasa.
Padahal, di Tokyo, kita jarang menjumpai pemandangan serupa.
Dikutip dari cerita di the-dailyjapan.com, Minggu (8/1/2017), jalanan di Tokyo terasa lengang dari kendaraan bermotor.
Padahal Tokyo termasuk salah satu kota tersibuk di dunia.
Apa alasan orang Jepang tidak menyukai mobil?
Alasannya ternyata mereka memilih menggunakan kereta sebagai alat transportasi.
Sedangkan anak-anak sekolah juga lebih memilih mengendarai sepeda ketimbang mobil atau motor.
Selain itu biaya pajak mobil di Jepang juga sangat tinggi, dan bagi masyarakat yang berniat memiliki mobil diharuskan punya lahan parkir di tempat tinggalnya.
Atau mereka juga bisa membayar sewa parkir harian yang harganya juga sangat mahal.
Bahkan orang Jepang sendiri banyak yang terkejut saat berkunjung di Jakarta.
Salah satunya adalah Hitoshi Seguchi, ia terkejut lantaran banyaknya mobil memenuhi jalanan hingga mengakibatkan macet.
Saat tahu bahwa kebanyakan mobil di Indonesia adalah produk Jepang, ia malah tertawa.
Hitoshi lantas menambahkan, penduduk di Tokyo lebih memprioritaskan biaya sewa apartemen ketimbang membeli mobil.
Apabila mereka memiliki uang lebih, biasanya akan ditabung untuk keperluan lain.
Seorang warga Jepang lainnya, bernama Seijiro Nishimi juga mengatakan hal serupa.
Ia setiap hari naik kereta sebagai moda transportasi.
Bahkan saat pacaran ia memilih menggunakan kereta.
Dikatakan olehnya, orang Jepang yang membutuhkan mobil kebanyakan adalah penduduk yang tinggal di kota kecil di mana akses transportasinya masih susah.
Jika kita kita
berkunjung ke Tokyo, biasanya jalan-jalan besar di persimpangan Shibuya atau Shinjiku sangat lengang dan bebas macet.
Kondisi tersebut berlaku saat jam pergi ataupun pulang kerja.
Namun untuk meniru kebiasaan orang Jepang, cukup susah di Indonesia.
Lantaran di Indonesia, fasilitas transportasi yang disediakan pemerintah belum memadai di beberapa daerah. (*)