Ngeri! Bocah 5 Tahun Ini Hilang, Puluhan Polisi Mencari, Akhirnya Malah Ditemukan di Tempat Tak Terduga dengan Kondisi yang …

ashley-zhao_20170116_091052

Sepasang orangtua dari Jackson, Ohio, Amerika Serikat telah kehilangan anaknya secara misterius.
Anak perempuan mereka bernama Ashley Zhao.
Kedua orangtua tersebut melapor pada polisi setempat.
Mereka mengatakan bahwa sang putri telah hilang di awal bulan.
Sang ibu menceritakan, setelah tidur siang, dia pergi memeriksa anaknya.
Namun, dia tidak ada dimana-mana dan tak ditemukan.
Akhirnya, polisi segera melakukan penyelidikan di sekitar tempat kejadian.
Polisi menduga anak tersebut keluar dari pintu belakang restoran milik orangtuanya.
Lebih dari 70 polisi, FBI, dan tim investigasi Ohio turun tangan mencari Ashley, melansir PJ Media.
Ternyata, mereka menemukan kenyataan yang sungguh tragis.
Sang anak tidak pernah keluar dari lingkungan rumahnya.
Bocah yang berusia 5 tahun tersebut justru ditemukan di tempat yang tak terduga.
Ashley ditemukan di bagian belakang restoran.
Saat ditemukan, Ashley sudah dalam keadaan tak bernyawa.
Yang lebih mengerikan, ternyata ini semua adalah ulah kedua orangtuanya sendiri.
Mereka berdua akhirnya ditangkap.
Selama proses penyidikkan, fakta-fakta mengerikan pun terungkap.
Pada malam sebelum insiden terjadi, ibu Ashley memukul kepala putrinya berulang kali.
Setelah kejadian tersebut, Ashley mengeluarkan cairan hijau dari mulutnya.
Akhirnya, sang ayah memutuskan untuk membawanya ke kamar mandi untuk dibersihkan.
Setelah selesai, ia meletakkan Ashley di lantai restoran.
Pada saat itulah ia menyadari anaknya sudah tak lagi bernafas.
Sang ayah sempat melakukan CPR, namun gagal.
Akhirnya orangtua Ashley memutuskan untuk menyembunyikan jasad sang putri.
Mereka juga memutuskan untuk membuat laporan anak hilang.
Sungguh kejadian yang tak terduga.
Dari luar keluarga Ashley selalu dianggap keluarga bahagia.
Memiliki dua orang anak dan bisnis restoran yang berhasil, mereka selalu hidup sejahtera.
Namun, anggapan tersebut pudar ketika tragedi ini terungkap.
Mereka berdua akan diadili atas kejadian ini.
Pasangan ini dituntut atas pembunuhan dan penganiayaan terhadap anak.
Ayah dan ibu Ashley juga diminta uang ganti rugi senilai $5 juta atau sekitar Rp.66 miliar.
Saudara Ashley kini ada di bawah perlindungan Stark County Children Services.
Sungguh tragedi yang mengerikan.
Berdasarkan data yang ada, 79,3% kasus kekerasan pada anak melibatkan satu dari kedua orangtua korban.

Sedang Memotret Bulan Purnama, Keluarga Ini Kaget Saat Sosok Ini Muncul di Depan Rumahnya

imgur_20170116_095930

Bagi pecinta fotografi, memotret berbagai hal yang ada di sekeliling kita menjadi hal yang sangat mengasyikan.
Apalagi, menjadi kepuasan tersendiri jika bisa menghasilkan foto yang indah dan disukai banyak orang.
Namun, saat memotret kita kerap kali dikagetkan dengan kemunculan objek lain pada foto tersebut.
Entah itu bayangan cahaya, adanya kerusakan pada lensa atau hal mistis lainnya yang tidak ingin ditemui banyak orang.
Untuk itu, beberapa kadang mencari jawaban dari apa yang mereka potret dan berharap penjelasan yang masuk akal.
Seperti seorang pengguna Imgur berikut ini.
Ia memposting dua buah foto serupa dan menanyakan penjelasan kepada netizen lainnya.
Dua foto itu ia simpan secara berdampingan.
Pada satu foto, tampak gambar pemandangan sederhana, rerumputan dengan beberapa pohon di sekitarnya.
Kemudian ada dua penerangan dari lampu jalan dan sinar bulan purnama.
Tapi kemudian sosok kecil tampaknya muncul di gambar kedua.
 sosok


Sosok itu tampak kabur dalam bayangan, dan bergerak dari kiri ke kanan.
Tentu saja, ada banyak penjelasan yang mungkin terjadi.
Semacam hewan? Sebuah tipuan cahaya? Siapa tahu, tapi foto-foto itu menyebabkan orang untuk mengajukan pertanyaan.
Jelas, beberapa berpikir itu adalah sosok hantu.
Akun Imgur bernama MeTarzanYouJane itu menjelaskan detail gambar itu diambil.
“Seorang anggota keluarga saya memotret dua foto bulan purnama.
Jarak waktu antara kedua foto itu sekitar dua detik.
Apa yang membuat saya tertarik adalah tidak ada satu pun dari keluara ini yang pernah mendengar photoshop, apalagi menggunakannya.
Foto ini diambil dari depan rumah mereka yang belakangan baru bali, dan tidak sepenuhnya pindah ke rumah tersebut.
Hal yang saya telah memperhatikan bahwa intrik saya: Tampak ada dua kaki yang berada di belakang, menghasilkan bayangan yang tidak terlihat pada foto pertama.
Kemudian di bagian atas yang sebagian besar terlihat buram, saya asumsikan sebagai wajah.
Bagi saya hal ini tidak mungkin dihasilkan dari noda yang ada pada lensa, menurut saya.
Sebab, noda di lensa tidak akan menghasilkan bayangan.
MENCARI MENCARI IDE SERIUS SAJA.
Saya harap tidak ada yang memberikan jawaban seperti “jelas photoshop” dan kemudian tidak memberikan dukungan dididik untuk mendukung klaim Anda.
Saya juga dapat memberikan detail apapun lain saya mungkin tahu saat diminta,” tulisnya.
Tampak dalam keterangannya itu, ia meyakinkan netizen bahwa foto itu tidak dihasilkan dari photoshop.
Di thread Reddit ini, ada banyak penjelasan.
Beberapa fotografer tampak terpesona dengan hasil jepretan tersebut.
“Kami menyukai ide ini terbaik – karena, kau tahu, misterius dan supranatural adalah proposisi yang lebih mendebarkan daripada lensa rusak, bukan?,” katanya.
Menurut Anda bagaimana? Siapa sosok di balik gambar buram tersebut?

Pejabat Minta Dikubur Bersama Uang Rp 750 juta, Istri Ungkap Alasannya Saat Prosesi Pemakaman, Ternyata Sang Suami Pernah …

charles-obong_20170116_134805

Pria ini dimakamkan dengan uang lebih dari Rp 750 juta.
Alasannya memang tak diutarakan oleh pria ini.
Tapi dalam surat wasiatnya, dia sudah menuliskan sejumlah mengenai pemakaman dirinya.
Permintaan seseorang sebelum meninggal dunia memang berbagai macam.
Dan itu selalu saja dituruti oleh sanak saudara.
Seperti halnya pria asal Uganda ini.
Dia menuliskan surat wasiat agar kakak dan adiknya untuk memastikan bahwa sang istri memasukkan seluruh uang yang dimiliki olehnya.
Pria yang dikenal sebagai Charles Obong ini merupakan seorang pejabat senior di Departemen pelayanan publik di Uganda.
Dia meninggal dunia pada 17 Desember 2016.
Seperti dilansir dari buzzsouthafrica.com, Obong memang sudah lama sakit.
Sebelum meninggang, Obong menulis wasiat untuk sang istri.
Dia meminta agar sang istri menguburnya dengan uang senilai $ 5.700 atau setara dengan Rp 760 juta lebih.
Mungkin uang itu akan dipakai untuk menebus segala dosa yang telah ia perbuat selama masa hidup.
Dia juga meminta agar adik dan kakaknya harus hadir di pemakaman untuk memastikan bahwa sang istri melakukan apa yang ia minta.
Dalam surat wasiat atau sebelum dia meninggal dunia memang tidak diutarakan dosa apa yang telah perbuat.
Namun saat acara pemakaman di Adag ani Village Aromo Sub Country di Distrik Lira, Uganda, perbuatan Obong terungkap.
Istri Obong sendiri yang mengungkap apa yang telah dilakukan suaminya.
Laporan media setempat menuturkan bahwa pria berusia 52 tahun itu telah melakukan korupsi.
Tindakan itu dilakukan saat dirinya menjabat di pelayanan pemerintah Uganda.
dalam pesannya itu ia membolehkan keluarganya untuk menggali petimati dan mengambil uang yang dikubur dengan dirinya itu setelah 7 hari kematiannya.
Bahkan Obong juga sengaja meminta agar peti mati untuknya dipesan dari bahan logam senilan jutaan rupiah.

Anak SD Meninggal di RS, Keluarga Minta Dokter Dipecat

000jenazah

Bocah kelas 4 sekolah dasar warga Kecamatan Dolok Pardamean, Simalungun meninggal dunia akibat penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Prima Silalahi yang baru berusia 10 tahun tersebut menghembuskan nafas terakhirnya di RS Harapan, Jalan Farel Pasaribu, Pematangsiantar, Sabtu (14/01/2017).
Seperti dilansir dari kompas.com, pihak keluarga bocah tersebut merasa tidak terima lantas memrotes pelayanan dokter dan perawat rumah sakit. Keluarga bocah lalu menuding pihak rumah sakit sebagai penyebab dari kematian anak mereka. Pelayanan yang diberikan kepada pasien diduga cenderung kurang maksimal karena status pasien yang bersangkutan adalah pasien BPJS, bukan pasien umum.
Doni Manik (35) yang merupakan salah satu kerabat korban menyebutkan bocah malang tersebut mulai dirawat di RS Harapan pada Kamis (12/01/2017) pagi.
Rusman Silalahi dan Fitri boru Manik yang adalah orang tua korban membawa bocah anak mereka ke RS Harapan. Sebelumnya mereka telah memperkirakan anak mereka terjangkit demam berdarah Dengue.
Ada pun korban yang diketahui merupakan anak ketiga dari empat bersaudara tersebut kemudian diopname. Dia menjalani perawatan di dalam salah satu ruangan anak dengan status pasien BPJS.
Keesokan harinya yakni Jumat (13/01/2017) malam sekitar pukul 20.00 WIB, kondisi korban drop dan menjadi kritis. Karena kondisi yang darurat tersebut, pihak keluarga lantas meminta perawat untuk memindahkan korban ke ruangan ICU. Mereka ingin anak mereka segera ditangani dan mendapatkan perawatan intensif.
Sayangnya dokter jaga dan perawat menolak permintaan keluarga korban. Mereka mengatakan permintaan tersebut tak dapat dipenuhi dikarenakan ruangan ICU penuh. Maka dari itu, keluarga korban kemudian diminta mencari ruangan ICU di rumah sakit lain, di kawasan Pematangsiantar.
Malang, keluarga korban tak dapat menemukan ruangan ICU kosong di sejumlah rumah sakit lainnya. Pihak RS Harapan lalu menyarankan agar korban dibawa saja ke rumah sakit lain di Kota Medan.
Akhirnya pada Sabtu (14/1/2017) siang, korban diperbolehkan untuk dipindahkan ke ruangan ICU rumah sakit tersebut. Itu pun setelah korban berkali-kali mendesak pihak RS Harapan.
Naasnya, sesaat setelah korban dipindahkan ke ruangan ICU, semua sudah terlambat. Bocah malang tersebut sudah terlanjur berpulang. Tak terima, keluarga pun melayangkan protesnya. Mereka melakukan protes karena ternyata di ruangan ICU masih ada tempat tidur kosong yang sesungguhnya masih bisa ditempati oleh anak mereka.
“Jika keponakanku ini meninggal karena perawatan, kami bisa ikhlas menerima. Tapi kenyataannya gara-gara dokter dan perawat itu menyebut ruangan ICU penuh tapi kami lihat tadi masih banyak tempat tidur pasien kosong. Padahal kami sudah bersedia bayar pasien umum. Pokoknya kami tidak terima dengan dokter dan perawat itu,” kata Doni Manik geram.
Nenek korban, boru Purba juga menyatakan protesnya. Ia sangat menyayangkan pelayanan rumah sakit. Nenek ini menuduh bahwa dokter dan perawat RS Harapanlah yang menyebabkan cucunya meninggal dunia.
“Dokter dan perawat itu harus dipecat,” tukas boru Purba kesal sambil menangis melihat cucunya yang kini sudah tak bernyawa.
Sementara itu, pihak RS Harapan melalui Humas, Nesli Purba sampai saat ini masih enggan memberikan keterangan. Nesli Purba selaku humas mengatakan bahwa pihak mereka hanya akan bersedia memberikan keterangan kepada keluarga korban, bukan kepada media.
“Kami tidak bisa memberikan penjelasan kepada wartawan. Hanya bisa memberikan penjelasan kepada kekuarga korban,” pungkas Nesli.
Diketahui BPJS adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tersebut diluncurkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono pada Selasa, 31 Desember 2013, yang saat itu masih menjabat sebagai presiden RI.